Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
[ ]
Latest News Updates
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Tampilkan postingan dengan label slider. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label slider. Tampilkan semua postingan
By pks kraton | 16 Jan 2014 | Posted in , , | With 0 comments
Presiden PKS : Anis Matta
JAKARTA, KOMPAS.com — Memimpin Indonesia tidak akan berhasil hanya karena menjadi seorang presiden, tidak akan berhasil hanya karena punya banyak menteri. Anda akan berhasil memimpin Indonesia apabila mau menjadi otaknya Indonesia, hatinya Indonesia, dan tulang punggung Indonesia.

Demikian konsepsi pemimpin menurut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang disampaikan Presiden PKS M Anis Matta dalam wawancara khusus dengan Kompas di kantor The Future Institute, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Menurut dia, pemimpin negeri ini harus menguasai wacana, memiliki kemampuan mengarahkan atau menggerakkan emosi publik, serta mampu merealisasikan rencana atau program-program pembangunan.

Menurut Anis, fungsi tersebut bisa dilihat dalam pemerintahan Orde Baru. ”Militer bisa memimpin selama Orde Baru itu bukan karena Pak Harto (Presiden Soeharto),” katanya.

Sejak awal Orde Baru, militer sudah intensif mengembangkan wacana keindonesiaan. Bahkan, hasil seminar TNI Angkatan Darat tahun 1966 digunakan sebagai ide dasar penyusunan platform pembangunan. Pada sisi inilah, militer berhasil memosisikan diri sebagai otaknya Indonesia.

Militer juga berhasil menggerakkan emosi masyarakat dengan menciptakan kepercayaan diri dan optimisme bangsa. Selain itu, militer juga menguasai pemerintahan karena diberlakukan Dwifungsi ABRI.

”Itulah kenapa dia (militer) mampu mengeksekusi (merealisasikan) semua rencana pembangunan yang dicanangkan sebelumnya,” ujarnya.

Pelajaran untuk parpol

Mengambil pengalaman pemerintahan Orde Baru bukan berarti PKS menginginkan militer berkuasa kembali. Peran yang diambil militer sebagai otak, hati, dan tulang punggung bangsa itulah yang seharusnya menjadi pelajaran partai politik sebagai pabrik pemimpin bangsa.

Seharusnya, setelah Dwifungsi ABRI dihapuskan pada era Reformasi, parpol bisa mengambil peran yang sebelumnya dilakukan kelompok militer. Namun, hingga 15 tahun reformasi, belum ada satu pun kekuatan politik yang mampu. PKS sendiri diakui belum mampu menjalankan fungsi sebagai otak, hati, dan tulang punggung Indonesia.

Menurut Anis, 10 tahun pertama habis untuk membangun infrastruktur dan kapasitas lain untuk menjadi partai modern. Penguatan ideologi dan penokohan sebenarnya sudah dirancang dilakukan pada 10 tahun kedua PKS, tetapi terhenti karena terganjal kasus hukum yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Setelah reformasi tahun 1998, menurut Anis, semestinya fokus perhatian pemerintah juga berubah. Perhatian tak lagi difokuskan pada politik seperti Orde Lama atau fokus ke ekonomi seperti pada Orde Baru, tetapi fokus kepada masyarakat sipil.

Pasalnya, politik dan ekonomi sudah menemukan keseimbangan baru. Begitu pula sumber-sumber ketegangan lain, seperti relasi agama dan negara, dialektika demokrasi dan pembangunan, serta hubungan pusat dan daerah sudah menemukan keseimbangan baru. Keseimbangan baru juga terlihat dengan munculnya relasi antara negara, agama, dan masyarakat sipil.

Akan tetapi, sayang, keseimbangan baru itu muncul bersamaan dengan fenomena baru, yakni ledakan demografi baru. Muncul sebuah generasi baru yang lahir tahun 1990-an, yang tak punya asosiasi emosional dan ideologi terhadap sumber ketegangan pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Mereka lahir di tengah ideologi baru, yakni demokrasi dan pasar bebas.

Persoalan muncul karena para politisi atau calon pemimpin bangsa justru masih menggunakan isu-isu lama, seperti kedaulatan, integrasi, dan nasionalisme. Yang menjadi perbincangan lembaga-lembaga politik tidak sesuai dengan yang dipikirkan dan dibutuhkan masyarakat.

Masyarakat yang cara pandangnya sudah berubah juga tidak merasakan manfaat negara dan semua institusi politik. Akibatnya, muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dan institusi politik.

Kondisi itu juga menyebabkan terjadi disorientasi sehingga bangsa kehilangan arah. Kegaduhan terjadi di mana-mana, tetapi sebenarnya tidak ada hal substansial yang menjadi pokok perdebatan.

Bukan pemimpin otoriter

Untuk menghadapi persoalan baru tersebut, diperlukan pula pendekatan baru dalam model kepemimpinan. Masyarakat tidak memerlukan lagi pemimpin yang otoriter atau pemimpin yang hanya mengandalkan wibawa. Pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mengandalkan gagasan, memiliki kemampuan persuasif, dan kemampuan koordinasi. Anis menganalogikan pemimpin seperti pemandu sorak.

Dengan kata lain, tugas pemimpin adalah menciptakan lingkungan strategis bagi masyarakat untuk terus berkembang. Masyarakat harus dibuat taat kepada pemimpin karena pemimpin memiliki gagasan besar yang bermanfaat untuk masyarakat.

Pendekatan semacam itulah yang juga dilakukan PKS. Kader taat bukan karena takut pada otoritas partai, melainkan karena sadar pada kebenaran dalam gagasan yang dibawa pemimpin mereka.

Bicara masalah ketegangan antara Islam, modernitas, dan keindonesiaan, Anis mengatakan, itu sudah menjadi masa lalu. Saat ini, ketegangan segitiga pada masa lalu tersebut semestinya dijadikan dasar untuk membangun masa depan Indonesia.

PKS memiliki gagasan mengintegrasikan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan untuk membangun masa depan bangsa. PKS tidak ingin lagi ada komplikasi antara Islam dan keindonesiaan atau Islam dengan modernitas.

Hal itu karena Islam yang dibawa PKS merupakan Islam yang moderat dan terbuka. Gagasan itulah yang melandasi PKS memutuskan menjadi parpol terbuka sejak tahun 2008.

Dengan menyatukan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan, Indonesia diharapkan akan menjadi bangsa yang religius, lebih berpengetahuan, tetapi sejahtera. Agama akan memberikan basis orientasi dan basis moral.

Pengetahuan memberikan basis kompetensi dan basis produktivitas. Adapun kesejahteraan merupakan cita-cita Indonesia yang tercantum dalam konstitusi, yakni menjadi negara adil dan makmur.

Dengan penyatuan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan itu, Indonesia diyakini akan menjadi model bagi negara-negara Islam dan juga negara-negara Barat. (Anita Yossihara)
By DPC PKS Kraton | 26 Jun 2013 | Posted in , | With 0 comments

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan partai terbesar keempat di Indonesia pasca Pemilu 2009 seringkali dituding memiliki hidden agenda untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. PKS juga kerap dikaitkan dengan gerakan Islam radikal di luar negeri, wabil khusus Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Tetapi, di mata Sydney Jones dari International Crisis Group (ICG), PKS bukanlah partai radikal. Terlebih PKS mengikuti aturan main demokrasi di Indonesia.

Sydney Jones menyampaikan hal itu ketika berbicara dalam Lecture Series on Democracy di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Ciputat, Tangerang, Senin pagi (23/5).

"Saya baru dari Aceh, dan mampir ke kantor partai lokal maupun nasional. Saya juga berbicara dengan wakil-wakil PKS di DPRD di Aceh," ujar Sydney.

Dalam berbagai pembicaraan itu, Sydney Jones menyimpulkan bahwa wakil-wakil PKS adalah yang paling memahami persoalan rakyat dan paling memahami prinsip demokrasi.

"Mereka paling cerdas dan paling peduli pada rakyat, juga paling punya gagasan tentang public services," demikian Sydney Jones.
By pks kraton | 23 Jun 2013 | Posted in , , | With 0 comments

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta menyebut agama dapat diketengahkan sebagai solusi persoalan bangsa. Terlebih, Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan yang tak kunjung usai.

"Kita harus ketengahkan agama sebagai solusi persoalan bangsa," kata Anis saat safari dan silaturrahim dengan tokoh PKS di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (23/6), seperti dilansir Antara.

Dengan mengedepankan agama sebagai solusi kebangsaan, Anis percaya dan yakin kader-kader PKS akan menjadi pemimpin Indonesia. Apalagi, mereka terus bekerja keras, ikhlas dan mampu menjaga stamina ruhiyah, serta solid.

"Begitu pula, partai Islam seperti PKS harus tetap yakin, bahwa apa yang diperjuangkan di tengah isu-isu negatif yang menerpa, akan tetap tumbuh, dan bahkan terus tumbuh dan berkembang," lanjutnya.

Dia menambahkan, "Sejarah bangsa-bangsa, dapat hilang dan pergi. Namun agama, tak pernah berhenti bertumbuh. Seluruh sejarawan Indonesia mengatakan, agama mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam sejarah," demikian Anis Matta .

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel, Ibnu Sina menyebut provinsinya tak hanya menyumbang ketahanan pangan nasional, tapi juga bagi ketahanan partai politik (parpol) yang dipimpin Anis.

Dengan kedatangan Presiden PKS ke Kalsel, dia berharap dapat mendorong semangat juang dan kerja keras kadernya di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa itu.

"Selain itu, makin mempererat kebersamaan dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, dengan hasil yang semakin meningkat pula, sehingga dari tiga besar menjadi dua besar parpol se-Kalsel," ucap Ibnu Sina.
By DPC PKS Kraton | 21 Jun 2013 | Posted in , , | With 0 comments

Terkait satus Koalisi PKS Tifatul menyampaikan :“PKS itu sudah setia berkoalisi dengan Partai Demokrat sejak Pilpres 2004. Saya sejak Pilpres 2004 dan 2009 sudah turun, mendekati organisasi sayap PKS untuk mengkampanyekan SBY. Sebab saya Ketua Umum PKS yang paling lama. Sejak awal saya berkeringat,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut wawancara selengkapnya:

Pimpinan PKS menyatakan, menteri dari PKS diwakafkan ke Presiden, tanggapan Anda?
Memang sudah diwakafkan semenjak terpilih menjadi menteri dong. Menteri itu kan sebagai pembantu Presiden. Maka bertanggung jawab kepada Presiden.

Anda akan terus mengikuti arahan yang diberikan Presiden?
Tentu. Selama saya menjabat sebagai menteri, maka sikap saya akan sejalan dengan Presiden. Silakan cek saja, sebagai menteri apakah saya pernah berbeda sikap dengan Presiden. Kalau Menteri berbeda sikap dengan Presiden, ya mundur saja.

Sikap partai Anda soal BBM kan berbeda dengan pemerintah?
Wajar saya kira kalau ada perbedaan. Di DPR itu memang ada ruang untuk itu. Ini kan negara demokrasi, perbedaan kan membuat demokrasi ini berjalan secara dinamis. Tapi sejak awal kan soal BBM itu menjadi domainnya pemerintah. 

DPR sudah menyerahkan keputusannya kepada pemerintah. Hanya soal pengganti subsidinya memerlukan persetujuan DPR. Menurut saya setuju atau tidak, sudah bukan menjadi persoalan substansial lagi. Sekarang tinggal bagaimana caranya mengawal pengganti subsidinya melalui program kerakyatan.

Apa sikap PKS ini tidak berubah lagi?
Posisi PKS sama sekali tidak berubah kok. PKS kan menolak kenaikan harga BBM itu karena dinggap tidak pro rakyat. Tapi sekarang kan program yang ditawarkan sebagai pengalihan dana subsidi BBM itu sudah banyak, ada raskin, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), bantuan siswa miskin, dan lain sebagainya. Nah ini sekarang yang harus dikawal para kader kami supaya penyalurannya tepat guna. Jadi intinya sama saja.

Kabarnya Setgab sudah gerah, ingin mengeluarkan PKS dari koalisi, apa benar?
Silakan saja kalau memang mau begitu. Tapi saya mau tanya, apa alasannya sehingga memutuskan seperti itu. PKS itu sudah setia berkoalisi dengan Partai Demokrat sejak Pilpres 2004 sampai 2009. Mesin partai kami sejak awal bekerja keras untuk memenangkan SBY sebagai Presiden.

Kami sudah berkeringat sejak awal, sudah bekerja secara sistematis. Jangan cuma karena perbedaan pendapat, yang memang wajar, lalu bersikap seenaknya.

Kalau PKS keluar dari koalisi, berarti Anda tidak lagi menjadi menteri?
Saya tegaskan, berdasarkan keputusan Lembang, PKS itu tetap berada di koalisi. Sementara untuk jabatan para menteri, PKS menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden.

Anda siap dicopot?
Silakan saja. Jabatan itu kan amanah, kepercayaan. Kalau tidak mendapatkan amanah lagi, ya saya tidak apa-apa. Berdasarkan kesepakatan Lembang kan memang soal jabatan menteri diserahkan sepenuhnya kepada Presiden. 
     
Kesepakatan Lembang itu apa saja sih?
Kesepakatan Lembang itu ada tujuh, yaitu sepakat untuk cooling down terlebih dahulu, menurunkan sepanduk menolak kenaikan harga BBM, menghindari debat publik 

tentang masalah BBM atau masalah krusial lainnya, melarang kader untuk melakukan mobilisasi massa dengan menggunakan atribut partai, mengawal program yang pro rakyat dalam RAPBN, menyerahkan gonjang-ganjing soal posisi Menteri kepada Presiden, dan membantu advokasi bekas Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq.

Kalau ada kader yang membangkang, bagaimana?
Ya itu artinya mereka tidak mematuhi ketentuan partai. Kami dengan jelas sudah melarang dilakukannya mobilisasi massa, apalagi sampai menggunakan atribut partai.

Tentunya bagi kader yang seperti itu nanti akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku. Tapi saya tegaskan lagi apabila hal semacam itu terjadi pasti bukan tindakan resmi partai.

Anda siap jika ditugaskan untuk mensosialisasikan kenaikan harga BBM?
Sangat siap. Karena tugas saya memang memberikan penjelasan kepada masyarakat. Memang saat ini tidak terlalu berbahaya bagi Indonesia. Namun masyarakat harus paham kalau potensi bahayanya juga besar, sehingga kita memerlukan imunitas untuk menghadapi hal ini.

Sebesar apa memang potensi bahayanya?
Kita lihat saja di Eropa, Yunani sudah collaps, di Spanyol pengangguran meningkat drastis hingga 37 persen. Kita harus memilih, apakah akan berdiam diri dan menunggu terjadi seperti itu, atau mengambil langkah pencegahan.

Ada kekhawatiran program tersebut hanya menguntungkan partai tertentu?
Tentu saja tidak. Semua menteri anggota koalisi kan saling bekerja sama untuk mengurangi dampak krisis tersebut. Misalnya Menteri Perdagangan yang mengontrol masalah harga barang kebutuhan pokok. Mentan mengawasi masalah persediaan barang kebutuhan pokok. Semua dilakukan secara bersama-sama, turun ke masyarakat untuk saling membantu.

Yang menyebabkan kenaikan barang-barang itu kan biasanya karena terjadinya penimbunan. Makanya harus dilakukan pengawasan secara bersama-sama. Kami pun sudah melibatkan pihak kepolisian. 

Apakah program pengganti subsidi ini tepat sasaran?
Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin agar tepat sasaran. Untuk memanfaatkan program penganti subsidi BBM kan masyarakat akan menggunakan Kartu Perlindungan Sosial. 

Kalau dulu, kartu semacam ini kan bisa diakali. Sekarang kami perketat penggunaannya. Jadi hanya orang yang namanya tertera, dan membawa KTP yang bisa menggunakannya. Konsepnya by name, by address.  [Harian Rakyat Merdeka]
By pks kraton | 19 Jun 2013 | Posted in , | With 0 comments

PALU--Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Hidayat Nurwahid, Selasa malam, di Palu, bersuara di depankader partainya di daerah tersebut.

Ia berbicara tentang kasus yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terkait dugaan kasus impor sapi.

Pertemuan yang berlangsung di Palu Barat tersebut dihadiri tidak kurang dari 400 kader PKS dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah. Hidayat mengatakan aparat penegak hukum sudah terlampau jauh menggaruk kejahatan sapi impor yang belum terbukti itu.

Sampai-sampai, kata Hidayat, harta mantan presiden PKS yang dibeli jauh sebelum kejadian pun ikut disita untuk kepentingan penyidikan. "Belum terbukti tapi sudah menggaruk. Harta yang dibeli tahun 2006 pun disita," kata Hidayat.

Mantan Ketua MPR itu mengatakan akibat kasus tersebut opini publik pun sudah terbentuk. Seakan-akan itu kesalahan PKS dan kader-kadernya yang lain.

"Ini belum terbukti, tapi yang lain sudah berapa yang dipenjara. Tapi apakah mereka patah semangat? Tidak. Mereka saja tetap semangat, lalu kenapa kita tidak," katanya.

Hidayat meyakini bahwa kasus yang menimpa mantan presiden PKS tersebut bebas dari jeratan hukum.

Dia mengatakan apa yang menimpa PKS dalam kasus sapi impor hanyalah ujian bagi kader partai dalam menghadapi masalah besar. Dia mengatakan dengan ujian tersebut nanti akan membuat PKS besar di tengah masyarakat.
By pks kraton | 18 Jun 2013 | Posted in , , | With 0 comments

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara terang-terangan menolak RAPBNP 2013 yang diajukan pemerintah di paripurna DPR. Padahal seluruh anggota setgab menyatakan menerima RAPBNP 2013 soal penaikan harga BBM dan kompensasi BLSM.

Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim mengatakan apa yang disampaikan dalam paripurna adalah sebagai bentuk konsistensi PKS dalam sumpah jabatannya kepada konstituen.

"Saya kira tidak demikian, kami disumpah untuk memperjuangkan konstituen kami, terlepas apa hasilnya itu merupakan proses demokrasi dan telah dilakukan di DPR ini dan keputusan diambil kita," ujar Abdul Hakim usai paripurna di Gedung DPR, Senayan, Senin (17/6/2013) malam.

Hakim menilai sikap PKS ini akan berdampak dengan nasibnya di Setgab Partai Koalisi Pemerintah menjadi persoalan lain dan tidak ada kaitannya dengan sikap PKS di paripurna DPR.

Bahkan PKS tak mau berandai-andai soal nasib tiga menterinya di kabinet pasca paripurna ini. Karena keputusan sepenuhnya ada di tangan Presiden SBY.

"Kami sudah perjuangkan konstituen tentu soal menteri kami serahkan ke PKS saya yakin bijak, tentu presiden akan mempertimbangkan secara bijak," imbuhnya. [ton]
By DPC PKS Kraton | 17 Jun 2013 | Posted in , | With 0 comments

Metrotvnews.com, Yogyakarta: DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DI Yogyakarta, Minggu (16/6), membagi-bagi voucer pembelian bensin senilai Rp10 ribu. Voucer tersebut diberikan kepada 125 tukang ojek di wilayah Terminal Giwangan dan Stasiun Lempuyangan.

Pembagian kupon bensin sebelum BBM dinaikkan tersebut, terang Ketua DPW PKS DIY Sukamta, menjadi simbol penolakan dari PKS atas rencana naiknya harga BBM bersubsidi. "Aksi ini akan diikuti oleh jajaran DPD PKS kabupaten/kota di DIY,” imbuhnya di Yogyakarta, Minggu (16/6).

Sukamta menjelaskan, naiknya harga BBM saat ini dinilai tidak tepat. Pasalnya, dalam waktu dekat merupakan tahun ajaran baru dan sebentar lagi memasuki bulan Ramadan. Pada saat saat seperti ini, tanpa ada penaikan harga BBM pun, harga bahan-bahan kebutuhan biasanya melonjak.

Ia pun berharap pemerintah mau mendengarkan suara masyarakat. "Masyarakat akan lebih menderita karena beban yang dipikul berlipat-lipat,” ujarnya. 

Ia menambahkan, sikap PKS juga sudah bulat untuk menolak penaikan harga BBM.

Salah satu tukang ojek yang menerima voucer BBM gratis tersebut, Sukendar, mengaku terbantu. Setiap harinya, ujarnya, ia menghabiskan Rp10 ribu untuk membeli bensin.

Dengan voucer tersebut, ia pun bisa menghemat pengeluaran beli bensin untuk bekerja. Ditanya tentang sikapnya tentang rencana penaikan harga BBM, Sukendar mengaku keberatan. “Sebaiknya, kalau naik ya bertahap,” terangnya.

Ia mengaku, saat ini para pengemudi ojek kesulitan dalam mencari penghasilan. Setiap hari, ujarnya, ia rata-rata hanya mengumpulkan uang Rp50 ribu, belum dipotong untuk beli bensin dan uang makan. (Ardi Teristi)


 

By DPC PKS Kraton | 14 Jun 2013 | Posted in , , | With 0 comments

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Hidayat Nur Wahid dihadiahi anak macan oleh mantan aktivis 98 ketika bertemu di Gedung DPR. Pada saat yang bersamaan Hidayat juga menerima kunjungan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam. 

Pertemuan ini diadakan di ruang FPKS dengan agenda penyampaian persamaan sikap PB HMI dan mantan aktivis 98 dalam menolak kenaikan BBM dan pemberian BLSM.

Dalam kesempatan itu, Hidayat menegaskan, keputusan PKS telah dalam menolak kenaikan BBM sudah tidak bisa ditawar lagi. Hidayat mengatakan sikap PKS disebabkan konsistensi PKS dalam membela rakyat kecil. Dengan penolakan itu kader PKS tetap solid dan tidak ada perpecahan di PKS terkait sikap ini.

"Kalau nanti ada suara berbeda dari para menteri yang berasal dari PKS, itu adalah pernyataan sebagai pembantu presiden. Bukan pernyataan partai," kata Hidayat, Kamis (13/6).

Terkait desakan beberapa pihak untuk menarik para menteri dari kabinet, Hidayat menjelaskan, PKS selalu berusaha menjunjung konstitusi. Para menteri adalah pembantu Presiden dan hanya Presiden yang memiliki hak untuk mengangkat dan memberhentikan para menteri.

"UUD 45 dan code of conduct koalisi tidak memberikan hak kepada parpol untuk menarik para menteri. Itu sebabnya, kami putuskan untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk menggunakan hak prerogatifnya," ungkapnya.

Dalam audiensi itu Ketua Umum PB HMI Muhammad Arif Rosyid Hasan mengatakan PKS tidak sendirian dalam menolak kenaikan harga BBM. "Jadi kalau PKS menolak kenaikan harga BBM, kami ingin mengatakan kepada PKS 'You are not alone'. Karena kami juga menolak kenaikan," ucap Arif.

Dalam pernyataan sikapnya, Aktivis 98 menyebut, kenaikan harga BBM berpotensi menaikkan jumlah rakyat miskin menjadi 13 persen atau bertambah 4-5 juta jiwa. Sementara, BLSM yang dijanjikan akan diberikan sebagai kompensasi, dinilai tidak memberi efek positif bagi penderitaan rakyat. Secara sistemik, juga akan menambah utang negara sehingga total utang RI bisa mencapai hampir 2.200 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, para Aktivis 98 memberikan sebuah boneka anak macan sebagai simbol untuk terus berani memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Ini memang anak macan. Tetapi, dia akan menjadi besar," kata salah satu aktivis 98 Ubedilah.

By pks kraton | 30 Mei 2013 | Posted in , , | With 0 comments
Sindonews.com - Sidang lanjutan dugaan suap impor daging sapi dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendy. Sejumlah saksi dihadirkan dalam persidangan.

Kali ini dua saksi Ahli dihadirkan, yakni Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Eva Achjani Zulfa, dan Dian  Dosen Fakultas Hukum Trisakti. Keduanya menyampaikan keterangan saksi yang meringankan tersangka kasus ini, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

Dalam kesaksiannya, Eva Achjani menilai pasal suap hanya bisa diberlakukan bagi penyelenggara negara, tapi tidak bagi pejabat partai politik seperti tersangka suap impor daging Sapi Luthfi Hasan Ishaa,q yang saat itu menjabat sebagai Presiden PKS.

"Bagian unsur yang menentukan dalam pasal ini penerimanya adalah aparatur negara. Pimpinan partai tidak masuk. Pasal ini hanya untuk PNS dan aparatur negara," kata Eva Achjani di Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Lebih jauh dia menjelaskan, dua bos PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendy tidak bisa dikatakan penyuap pejabat negara, tapi presiden partai. Meskipun Luthfi saat itu menjabat sebagai anggota DPR RI, namun dalam konteks kasus dugaan suap impor daging di kementan ini, Luthfi kapasitasnya sebagai presiden partai. Apa lagi Saat kasus ini mencuat Luthfi duduk di Komisi I yang tidak mengurusi soal daging.

Sementara Dian sendiri sependapat dengan Eva, pasalnya pasal suap bisa diberlakukan hanya bagi para penyelenggara negara.

"Penyuapan bisa dilakukan harus berhubungan dengan jabatannya. Pimpinan partai tidak bisa dikenai pasal ini," kata Dian saat memaparkan di persidangan.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka penerima suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Dia dijerat pasal pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

(lal)


Sumber: http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/29/13/744074/saksi-ahli-luthfi-tak-bisa-dijerat-pasal-suap

By pks kraton | 22 Mei 2013 | Posted in , | With 0 comments



Mari kita simak paparan pakar ahli Hukum antara lain :

  1. Prof. Dr. Nur Basuki Minarno, SH, M.Hum
  2. Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM
  3. M. Assegaf
By DPC PKS Kraton | | Posted in , | With 0 comments

Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM,
(Pakar hukum pidana internasional)



Menarik, Ulasan Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM, (Pakar hukum pidana internasional) membahas tentang TPPU kaitannya dengan Kuota Impor Daging
AF bukan pejabat Publik, Kuota Impor belum dilaksanakan.. karena MenTan Menolak

By pks kraton | 21 Mei 2013 | Posted in , | With 0 comments
Jakarta - Beberapa petinggi PKS siang ini menemui pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah. Dalam pertemuan itu, Presiden PKS Anis Matta menyampaikan tentang gagasan membentuk forum legilasi bersama.

"Saya kira kita perlu mendorong partai-partai Islam khususnya ormas Islam dalam bidang legislasi menyangkut kepentingan kita sebagai umat. Perlu forum legilasi bersama antara papol Islam dan ormas Islam," kata Presiden PkS Anis Matta.

Disampaikan dalam perbincangan dengan pengurus Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Menteng Raya, Jakpus, Selasa (21/5/2013). Hadir dalam pertemuan itu Sekjen Taufi Ridho, Wasekjen Fahri Hamzah dan ketua DPP Aboe Bakar Al Habsy.

Menurut Anis, forum legislasi itu penting untuk membahas setiap Rancangan Undang-undang terutama usulan pemerintah, sehingga sesuai dengan harapan umat.

Anis secara spesifik mengajak tim legilasi di Muhammadiyah dan PKS untuk melakukan pembahasan bersama atas beberapa RUU yang mendapat sorotan dan merugikan bangsa dan negara.

"Tim legislasi ada tinggal kita bertemu antara dua tim dari Muhammadiyah dan PKS ini. Baru kemudian mengajak ormas-ormas lain," ucapnya.

Sementara ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai Muhammadiyah sudah sejak lama melakukan pembahasan secara internal terhadap RUU yang dibahas di DPR. Beberapa diantaranya berhasil ditunda seperti RUU Ormas, bahkan berhasil dibatalkan MK seperti UU Migas.

"Mamang dalam bidang sosial dan kebudayaan kurang ada hubungan dekat antar parol Islam dan ormas Islam, sehingga apa yang terjadi di Senayan sana lahir produk hukum yang justru merugikan ormas," kata Din.

Pertemuan hingga pukul 11.45 WIB masih berlangsung. PKS dan Muhammadiyah kemudian membahas beberapa RUU yang penting menjadi perhatian bersama.


By pks kraton | | Posted in , | With 0 comments
Sindonews.com - Kasus yang membelit di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin lama, semakin panjang saja. Hal itu juga yang diduga kuat penuh dengan skenario guna menghancurkan partai berlambang bulan sabit kembar dan padi itu.

"Benar jika dalam kasus PKS sekarang ini ada muatan skenario yang ingin menghancurkan PKS. Makanya PKS melawan dengan membandingkan kasus yang dialaminya dengan beberapa kasus seperti Angie (Angelina Sondakh)," kata Senior Researcher di Founding Fathers House (FFH) Dian Permata saat dihubungi Sindonews, Sabtu (18/5/2013).

Maka itu, kata dia, PKS mulai membandingkan kasus dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyeret mantan presidennya Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dengan politikus Partai Demokrat itu yang jauh vonisnya dengan tuntutan jaksa.

Selain itu, jebolan Universitas Jayabaya ini mengatakan, adanya perbedaan perlakuaan yang didapat LHI dengan Angie. Pasalnya, Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) tidak mengejar harta yang dimiliki istri almarhum Aji Masaid sama seperti yang dihadapi LHI sekarang.

"Yang putusannya terlalu rendah, serta tidak ada penyitaan hartanya, KPK juga tidak mengejar harta Angie. Ini ada ketidak seimbangan hukuman yang dirasakan PKS dengan Partai Demokrat," kata Dian.

Sekadar diketahui, Angie dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman 12 tahun penjara ditambah dengan denda Rp500 juta yang dapat diganti dengan kurungan enam bulan.

Hal itu karena JPU menilai, Angie terbukti menerima uang sebanyak Rp12,58 miliar dan USD2.350.000 dari Grup Permai secara bertahap. Uang itu merupakan imbalan karena Angie telah mengusahakan agar anggaran proyek perguruan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan wisma atlet di Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) dapat disesuaikan dengan permintaan Grup Permai. 

Tetapi majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta hanya memvonisnya dengan penjara 4,5 serta denda Rp2,5 juta.

(mhd)
By pks kraton | 20 Mei 2013 | Posted in , | With 0 comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menemukan bukti aliran dana dari tersangka suap impor daging sapi dan pencucian uang, Ahmad Fathanah ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"(Sejauh ini) tidak ditemukan dana dari AF ke partai," kata juru bicara KPK, Johan Budi, Senin (20/5/2013).

Sebelumnya, Ahmad Fathanah mengaku pernah menyumbang dana ke PKS. Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu, Fathanah menyatakan sebagai pengusaha dia juga menyumbang sejumlah dana ke pihak lain. Namun, Fathanah tidak menyebutkan detail duit yang pernah dia gelontorkan tersebut.

Di lain pihak, sejumlah fungsionaris dan anggota DPR dari PKS sudah membantah adan aliran dana dari Fathanah ke partainya. 

KPK sendiri diketahui telah menyita sejumlah dana dari artis seperti Vitalia Sesya karena diduga kuat terkait Ahmad Fathanah. Artis seperti Ayu Azhari, dan istri muda Fathanah, Sefti Sanustika, juga sudah ada yang disita hartanya terkait Fathanah.

"Kalau aliran dana seperti ke Vitalia, KPK kan ada datanya," terang Johan.

Johan enggan menerangkan lebih rinci apakah penyidik bakal mengambil langkah seperti yang telah diterima Vitalia, apabila ditemukan dana Fathanah yang mengalir ke PKS. Namun, dirinya meyakini penyidik akan sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kita lihat saja nanti," kata Johan.

Hari ini, guna mengembangkan kasus, KPK kembali memanggil empat orang fungsionaris PKS. Keempat orang itu adalah Bendahara Umum PKS Mahfudz Abdurrahman, Bendahara II PKS Achmad Masfuri, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PKS Budiyanto, dan Ketua DPP Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan Jazuli Juwaini. 

Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dan koleganya, Ahmad Fathanah.


Edwin Firdaus

By pks kraton | 7 Mar 2013 | Posted in , , | With 0 comments

JAKARTA - Kemenangan pasangan Ganteng (Gatot-Tengku Erry) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Sumut telah membantah ramalan para pengamat bahwa PKS akan rontok, terjun bebas dan habis gara-gara kasus dugaan suap impor daging sapi. Kendati begitu, kader PKS diminta tidak geer dan takabbur dalam menghadapi Pemilu 2014.

Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid, mengomentari kemenangan pasangan Ganteng dalam quick count sejumlah lembaga, Kamis (7/3/2013). Hidayat bersyukur, program dan target 4 sehat 5 sempurna berhasil diwujudkan.

"Kader PKS di Jabar dengan no 4 dan Sumut no 5 memenangi Pilgub di dua provinsi itu," jelasnya.

Hidayat menambahkan, kemenangan pasangan Ganteng telah membantah ramalan hampir seluruh pengamat bahwa dengan peristiwa dugaan suap kasus impor daging sapi, suara PKS bakal rontok, terjun bebas dan habis.

"Ternyata sekali lagi itu hanyalah sebuah pepesan kosong. Sebuah analisis yang hanya benar di tingkat teori mereka saja, tetapi tidak dibenarkan oleh realita politik yang ada di lapangan," tandas Hidayat yang juga turut terjun langsung dalam kampanye Pilgub Sumut ini.

Ditambahkan Hidayat, PKS bukan hanya tidak habis, tetapi bahkan mampu melakukan konsolidasi maksimal dan kemudian mampu mendapatkan simpati publik dan memenangkan Pilgub di Jabar dan Sumut. Ini juga menunjukkan bahwa rakyat tidak bodoh dan mudah dipengaruhi opini melalui media dalam kasus impor daging sapi.

"Rakyat semakin mandiri dan mereka bisa memilah-milah masalah dan karenanya tetap mempercayakan hak pilih mereka untuk memenangkan kader yang diusung PKS," tuturnya.

Kendati begitu, lanjut Ketua Fraksi PKS DPR RI ini, ia berharap kemenangan di dua Pilgub ini tidak menjadikan para kader PKS geer, takabbur dan kemudian merasa tidak ada masalah dan karenanya bakal menang di Pemilu 2014.

"Ini tak boleh dipikirkan dan diyakini oleh kader PKS. Tetapi justru harus menjadikannya sebagai bukti bahwa memang rakyat masih mempercayai PKS dan kadernya. Karenanya harus dijadikan sebagai cambuk untuk bekerja lebih giat dan lebih efektif membuktikan bahwa memang mereka pantas dipercaya oleh rakyat," tegas Hidayat.

Untuk itu, Hidayat meminta kepada Gubernur Jabar dan Sumut terpilih, agar dalam waktu yang cepat setelah mereka dilantik, atau dalam sisa masa jabatan mereka, betul-betul membuktikan bahwa kepercayaan rakyat kepada mereka tidak salah. Caranya, dengan bersungguh-sungguh menghadirkan pemerintahan yang pro rakyat, tidak korup dan betul-betul dekat dengan rakyat. Mereka harus pula sungguh-sungguh membuktikan bahwa kader PKS adalah kader yang tetap menjaga berpolitik yang bersih, peduli dan profesional  yang selama ini menjadi jati diri PKS.

Hidayat juga mengingatkan Gatot Pujo Nugroho dan Ahmad Heryawan untuk segera merangkul seluruh pihak yang kalah dalam pilgub.

"Segera silaturahim dan ajak mereka untuk bersama-sama membangun Jabar dan Sumut. Karena hakikatnya kemenangan ini bukanlah kemenangan cagub yg dipilih tetapi kemenangan rakyat dan kemenangan demokratisasi, yang hendaknya memang perlu melibatkan semuanya untuk membangun Jabar dan Sumut," tandasnya.
Kesabaran Rakyat Gaza, Teladan Pembinaan Karakter Siswa
By pks kraton | 25 Feb 2013 | Posted in , , | With 0 comments
Ketua Fraksi PKS DPR RI : DR. M. Hidayat Nur Wahid, MA

Medan (25/2) - Kemenangan Aher-Deddy Mizwar yang diusung PKS dalam Pilgub Jabar diikuti kemenangan pasangan Muraz-Fahmi yang diusung PKS dan Demokrat dalam Pilwalkot Sukabumi, menunjukkan bahwa PKS tetap dipercaya rakyat. Pemilih dinilai sudah mampu membedakan antara kasus pribadi dengan jati diri partai yang bersih, peduli, profesional dan tidak korup.

"Selanjutnya kami akan berjuang mewujudkan ungkapan yang populer, 4 Sehat 5 Sempurna. Menang di Jabar dengan Aher-Deddy Mizwar yang bernomor urut 4, selanjutnya memenangkan Ganteng, Gatot - Tengku Erry yang bernomor urut 5 dalam Pilgub Sumut, 7 Maret mendatang," tutur Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik, Hidayat Nur Wahid di Medan, Senin (25/2)

"Kasus yang menimpa salah satu kader kami itupun sampai hari ini belum terbukti. Dan rakyat cukup cerdas membedakan, terbukti dengan rakyat kembali memenangkan kader PKS dalam Pilkada Jabar dan Sukabumi dan insya Allah di Sumut nanti," tandasnya.

Hidayat menambahkan, sejak Minggu (24/2/2013) ia berada di Medan menghadiri undangan dari PKS Sumut. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Hidayat untuk bersilaturahim ke sejumlah tokoh dan pimpinan ormas di Medan, di antaranya dari Al Washliyah, PWM, MUI dan Rektor IAIN Sumut.

"Alhamdulillah para tokoh ini menyambut hangat dan mengapresiasi PKS yang telah memenangkan Pilgub di Jawa Barat dan Pilwalkot di Sukabumi di tengah prahara yang sedang menimpa PKS," tuturnya.

Pada malam harinya, lanjut Hidayat, ia mengakhiri rangkaian kegiatan silaturahim dengan memperingati Maulid Nabi bersama masyarakat di Masjid Ath Thohirin di kota Binjai, Sumut. Dalam ceramah maulid yang diikuti warga dengan antusias, Hidayat menyampaikan tentang pentingnya kepemimpinan dan memilih pemimpin yang bisa diteladani, bersih, peduli dan profesional seperti dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan kader dan pimpinan PKS Sumut, Hidayat juga mengingatkan agar kemenangan di Jabar dan Sukabumi tidak menjadikan mereka jumawa dan lengah.

"Tetapi justru harus menghadirkan semangat, kreativitas dan terobosan-terobosa inovatif untuk membuktikan bahwa PKS dan para kadernya tetap istiqamah dengan berpolitik yang bersih, peduli dan profesional yang selama ini telah menjadi jati diri PKS, " tandasnya.

Sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat juga mewanti-wanti kader dan pengurus PKS Sumut untuk tidak terbuai dengan kemenangan di Jabar dan Sukabumi tetapi harus menjadikannya sebagai cambuk untuk memenangkan pilgub Sumut dengan cara yang lebih elegan, dekat dengan rakyat dan menghadirkan bukti bahwa PKS tetap dicintai oleh rakyat. Justru kemenangan ini harus membuat keluarga besar PKS Sumut bekerja lebih keras dan giat. Sebab, mereka tentu akan malu jika jagoan mereka dikalahkan.

"Apalagi memang figur Gatot adalah representasi dari sifat-sifat positif yang selama ini menjadi nilai yang didoktrinkan PKS kepada para kadernya," tandas Hidayat.


By DPC PKS Kraton | | Posted in , | With 0 comments
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyambut baik kemenangan sementara pasangan Cagub Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar dalam penghitungan cepat (quick count).
Dengan kemenangan ini cukup menjadi modal bagi PKS untuk menang di Pemilu 2014 mendatang. "Kemenangan ini sangat penting bagi kami, karena menunjukkan bahwa PKS masih dipercaya untuk memimpin," ujar Anis dalam keterangan persnya, Minggu (24/2/2013).
Anis mengatakan, kemenangan dalam Pilgub Jabar ini, bagi PKS ibarat 'Kemenangan di Tengah Badai'. Menurutnya, kemenangan ini akan menjadi energi pelejit bagi PKS untuk terus bangkit dan menciptakan gelombang kekuatan baru untuk memimpin umat dan bangsa.
Anis juga mengatakan pilgub Jabar menjadi salah satu indikator keberhasilan konsolidasi nasional yang saat ini tengah digelar PKS.
"Satu capaian telah terlewati, tinggal satu capaian lainnya. Saya ingin aroma kemenangan yang sedang dinikmati kader-kader PKS di Jawa Barat juga bisa menggelorakan semangat juang kader-kader PKS di Sumatera Utara untuk memenangkan pasangan 'Ganteng," tutur mantan Wakil Ketua DPR RI ini.
Anis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan sejumlah parpol koalisi dalam memenangkan pasangan Aher-Deddy di pilgub Jabar.
"Hal yang sama juga saya sampaikan kepada semua jajaran relawan, organisasi/kelompok pendukung, para tokoh masyarakat dan alim-ulama, kalangan seniman/budayawan/artis. Kebersamaan kita yang tulus dan kompak menjadi kunci kemenangan pasangan ini," tandasnya.[jat]
By DPC PKS Kraton | | Posted in , , , | With 0 comments
Jakarta - Pasangan yang diusung PKS untuk Pilgub Jabar, Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar, terus berjaya. Setidaknya di delapan lembaga survei dan real count milik KPU Jabar, perolehan suara Aher-Deddy diperkirakan tidak akan tertandingi pasangan lainnya.

Dari data-data yang dikumpulkan, Minggu (24/2/2013), perolehan suara Aher-Deddy memang tidak lagi terkejar oleh pasangan lainnya. Pasangan ini terus mendapat angka di atas 30 persen. Hanya pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang berusaha untuk memberi perlawanan.

Menurut hitung cepat versi MNC Media Research pukul 16.00 WIB, pasangan Aher-Deddy Mizwar memimpin dengan perolehan suara 32,77 persen.

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 1,8 persen
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 11,91 persen
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 25,68 persen
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,77 persen
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 27,84 persen

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang bekerjasama dengan RCTI menilai Aher memimpin dengan 32,38 persen suara.

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 1,81 persen
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 12,16 persen
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 24,71 persen
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,38 persen
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 29,07 persen

Sedangkan menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan TVOne menunjukkan 3 kandidat bersaing ketat. Pasangan cagub Aher-Deddy Mizwar unggul dengan 33.14 persen suara, Pilkada Jabar satu putaran.

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 1,89 persen
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 11,81 persen
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 25,23 persen
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 33.14% persen
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 27.92% persen

Sementara itu, Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menunjukkan pasangan Aher-Deddy Mizwar 32,71 persen suara. Aher-Deddy Mizwar unggul tipis atas Rieke-Teten dengan angka 28,15 persen.

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 1,86 persen
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 12,54 persen
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 24, 87 persen
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,71 persen
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 28,15 persen

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan jagoan dari PKS itu mendapat 33,21 persen. Pasangan Rieke-Teten terpaut 6 persen di bawah Aher.

Pasangan nomor 1 (Dikdik-Toyib)= 2,02 persen
Pasangan Nomor 2 (Yance-Tatang) = 12,01 persen
Pasangan Nomor 3 (Dede-Lex) = 25,39 persen
Pasangan Nomor 4 (Aher-Deddy) = 33,21 persen
Pasangan Nomor 5 (Rieke-Teten) = 27,37 persen

Sementara itu, Lembaga Survei Jaringan Suara Indonesia menempatkan Dede-Lex hanya mencapai angka 25,65 persen alias di bawah Aher.

Pasangan nomor 1 (Dikdik-Toyib)= 1,67 persen
Pasangan Nomor 2 (Yance-Tatang) = 12,75 persen
Pasangan Nomor 3 (Dede-Lex) = 25,65 persen
Pasangan Nomor 4 (Aher-Deddy) = 31,96 persen
Pasangan Nomor 5 (Rieke-Teten) = 27,96 persen

Hasil yang tidak jauh berbeda juga dikeluarkan oleh Indo Barometer. Survei ini dilakukan Indo Barometer bersamaan quick count di 450 TPS dengan 74.948 TPS yang yang tersebar di 26 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Dari total pemilih 32.536.980 pemilih.

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 2,03 persen.
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 12,32 persen.
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 26,09 persen.
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,38 persen.
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 27,18 persen.

Pasangan Aher-Deddy Mizwar juga lagi-lagi unggul dalam raihan quick count Jaringan Suara Indonesia (JSI). Hasil quick count JSI yakni Aher-Deddy meraih 32,18 persen, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendapat 27,93 persen, Dede Yusuf-Lex Laksamana memperoleh 25,58 persen, Yance-Tatang menyabet 12,58 persen, dan Dikdik-Cecep meraih 1,72 persen.

Berdasarkan hasil penghitungan suara real count KPU Jabar, hingga pukul 18.00 WIB, pasangan nomor urut 4, Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar masih berada di nomor satu Pilgub. Pasangan ini untuk sementara sudah mengantongi 458.382 suara.

Rangking dua diduduki Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki meraih 351.429 suara, menyusul rangking tiga Dede Yusuf-Lex Laksaman mendapat 345.869 suara. Posisi keempat Irianto MS. Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim mendapat 191.228 suara, dan rangking lima Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep N.S. Toyin memperoleh 26.914 suara.
By pks kraton | 20 Feb 2013 | Posted in , | With 0 comments
JAKARTA - PKS selaku Partai Islam membuka pintu bagi seluruh aktivis muda Muhammadiyah jika tertarik untuk bergabung dan bersama memperjuangkan nilai-nilai Islam di Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid saat menerima Audiensi Pimpinan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) di DPR, Rabu (20/2)

“PKS membuka pintu jika aktivis muda Muhammadiyah bersedia bergabung. Saran saya, akselerasi kader Muhammadiyah dalam politik harus lebih luas dan tidak hanya dengan partai yang selama ini identik dengan mereka,” ungkap Hidayat.

Menurut Hidayat, PKS adalah partai yang bisa dekat dengan semua kalangan, termasuk Muhammadiyah dan NU. Kedekatan ini, lanjut Hidayat, didasarkan kepentingan bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

“Kami membuka pintu terhadap semua kalangan. Dan apalagi ini pemuda yang harus peduli pada nasib bangsa. Politik, bagi PKS, adalah jalur pengabdian untuk ikut memperbaiki nasib bangsa,” ujarnya.

Menurut Ketua Umum DPP IMM Razikin, Silaturrahim dan audiensi dengan pimpinan Fraksi PKS DPR RI ini merupakan langkah organisasi kepemudaan untuk selalu mendekatkan dan menyamakan derap langkah untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di Indonesia.

Selain itu, DPP IMM juga menyampaikan undangan langsung kepada Ketua FPKS DPR RI Hidayat Nur Wahid untuk hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP IMM Tanggal 2-3 Maret mendatang.

Sumber : http://www.berita99.com/berita/5731/pks-buka-pintu-untuk-aktivis-muda-muhammadiyah
By pks kraton | 18 Feb 2013 | Posted in , , , | With 0 comments
Ahad pagi (17/02/2013) dimulai pukul 06.30 WIB alhamdulillah DPC PKS Kraton menyelenggarakan senam bersama masyarakat edisi perdana di wilayah RW 02 Patehan. Segenap kader dan masyarakat melebur dan berantusias mengikuti senam tersebut. Insya Allah akan terus dilaksanakan bagi warga masyarakat di wilayah RW 2 Patehan dan sekitarnya dipersilahkan untuk bergabung bersama. (red/nia)

>>
>>>


*Lampiran Foto