Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
[ ]
Latest News Updates
Berita lainnya>>
Berita lainnya>>
Tampilkan postingan dengan label Hidayat Nur Wahid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidayat Nur Wahid. Tampilkan semua postingan
By DPC PKS Kraton | 14 Jun 2013 | Posted in , , | With 0 comments

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Hidayat Nur Wahid dihadiahi anak macan oleh mantan aktivis 98 ketika bertemu di Gedung DPR. Pada saat yang bersamaan Hidayat juga menerima kunjungan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam. 

Pertemuan ini diadakan di ruang FPKS dengan agenda penyampaian persamaan sikap PB HMI dan mantan aktivis 98 dalam menolak kenaikan BBM dan pemberian BLSM.

Dalam kesempatan itu, Hidayat menegaskan, keputusan PKS telah dalam menolak kenaikan BBM sudah tidak bisa ditawar lagi. Hidayat mengatakan sikap PKS disebabkan konsistensi PKS dalam membela rakyat kecil. Dengan penolakan itu kader PKS tetap solid dan tidak ada perpecahan di PKS terkait sikap ini.

"Kalau nanti ada suara berbeda dari para menteri yang berasal dari PKS, itu adalah pernyataan sebagai pembantu presiden. Bukan pernyataan partai," kata Hidayat, Kamis (13/6).

Terkait desakan beberapa pihak untuk menarik para menteri dari kabinet, Hidayat menjelaskan, PKS selalu berusaha menjunjung konstitusi. Para menteri adalah pembantu Presiden dan hanya Presiden yang memiliki hak untuk mengangkat dan memberhentikan para menteri.

"UUD 45 dan code of conduct koalisi tidak memberikan hak kepada parpol untuk menarik para menteri. Itu sebabnya, kami putuskan untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk menggunakan hak prerogatifnya," ungkapnya.

Dalam audiensi itu Ketua Umum PB HMI Muhammad Arif Rosyid Hasan mengatakan PKS tidak sendirian dalam menolak kenaikan harga BBM. "Jadi kalau PKS menolak kenaikan harga BBM, kami ingin mengatakan kepada PKS 'You are not alone'. Karena kami juga menolak kenaikan," ucap Arif.

Dalam pernyataan sikapnya, Aktivis 98 menyebut, kenaikan harga BBM berpotensi menaikkan jumlah rakyat miskin menjadi 13 persen atau bertambah 4-5 juta jiwa. Sementara, BLSM yang dijanjikan akan diberikan sebagai kompensasi, dinilai tidak memberi efek positif bagi penderitaan rakyat. Secara sistemik, juga akan menambah utang negara sehingga total utang RI bisa mencapai hampir 2.200 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, para Aktivis 98 memberikan sebuah boneka anak macan sebagai simbol untuk terus berani memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Ini memang anak macan. Tetapi, dia akan menjadi besar," kata salah satu aktivis 98 Ubedilah.

By pks kraton | 7 Mar 2013 | Posted in , , | With 0 comments

JAKARTA - Kemenangan pasangan Ganteng (Gatot-Tengku Erry) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Sumut telah membantah ramalan para pengamat bahwa PKS akan rontok, terjun bebas dan habis gara-gara kasus dugaan suap impor daging sapi. Kendati begitu, kader PKS diminta tidak geer dan takabbur dalam menghadapi Pemilu 2014.

Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid, mengomentari kemenangan pasangan Ganteng dalam quick count sejumlah lembaga, Kamis (7/3/2013). Hidayat bersyukur, program dan target 4 sehat 5 sempurna berhasil diwujudkan.

"Kader PKS di Jabar dengan no 4 dan Sumut no 5 memenangi Pilgub di dua provinsi itu," jelasnya.

Hidayat menambahkan, kemenangan pasangan Ganteng telah membantah ramalan hampir seluruh pengamat bahwa dengan peristiwa dugaan suap kasus impor daging sapi, suara PKS bakal rontok, terjun bebas dan habis.

"Ternyata sekali lagi itu hanyalah sebuah pepesan kosong. Sebuah analisis yang hanya benar di tingkat teori mereka saja, tetapi tidak dibenarkan oleh realita politik yang ada di lapangan," tandas Hidayat yang juga turut terjun langsung dalam kampanye Pilgub Sumut ini.

Ditambahkan Hidayat, PKS bukan hanya tidak habis, tetapi bahkan mampu melakukan konsolidasi maksimal dan kemudian mampu mendapatkan simpati publik dan memenangkan Pilgub di Jabar dan Sumut. Ini juga menunjukkan bahwa rakyat tidak bodoh dan mudah dipengaruhi opini melalui media dalam kasus impor daging sapi.

"Rakyat semakin mandiri dan mereka bisa memilah-milah masalah dan karenanya tetap mempercayakan hak pilih mereka untuk memenangkan kader yang diusung PKS," tuturnya.

Kendati begitu, lanjut Ketua Fraksi PKS DPR RI ini, ia berharap kemenangan di dua Pilgub ini tidak menjadikan para kader PKS geer, takabbur dan kemudian merasa tidak ada masalah dan karenanya bakal menang di Pemilu 2014.

"Ini tak boleh dipikirkan dan diyakini oleh kader PKS. Tetapi justru harus menjadikannya sebagai bukti bahwa memang rakyat masih mempercayai PKS dan kadernya. Karenanya harus dijadikan sebagai cambuk untuk bekerja lebih giat dan lebih efektif membuktikan bahwa memang mereka pantas dipercaya oleh rakyat," tegas Hidayat.

Untuk itu, Hidayat meminta kepada Gubernur Jabar dan Sumut terpilih, agar dalam waktu yang cepat setelah mereka dilantik, atau dalam sisa masa jabatan mereka, betul-betul membuktikan bahwa kepercayaan rakyat kepada mereka tidak salah. Caranya, dengan bersungguh-sungguh menghadirkan pemerintahan yang pro rakyat, tidak korup dan betul-betul dekat dengan rakyat. Mereka harus pula sungguh-sungguh membuktikan bahwa kader PKS adalah kader yang tetap menjaga berpolitik yang bersih, peduli dan profesional  yang selama ini menjadi jati diri PKS.

Hidayat juga mengingatkan Gatot Pujo Nugroho dan Ahmad Heryawan untuk segera merangkul seluruh pihak yang kalah dalam pilgub.

"Segera silaturahim dan ajak mereka untuk bersama-sama membangun Jabar dan Sumut. Karena hakikatnya kemenangan ini bukanlah kemenangan cagub yg dipilih tetapi kemenangan rakyat dan kemenangan demokratisasi, yang hendaknya memang perlu melibatkan semuanya untuk membangun Jabar dan Sumut," tandasnya.
Kesabaran Rakyat Gaza, Teladan Pembinaan Karakter Siswa
By pks kraton | 25 Feb 2013 | Posted in , , | With 0 comments
Ketua Fraksi PKS DPR RI : DR. M. Hidayat Nur Wahid, MA

Medan (25/2) - Kemenangan Aher-Deddy Mizwar yang diusung PKS dalam Pilgub Jabar diikuti kemenangan pasangan Muraz-Fahmi yang diusung PKS dan Demokrat dalam Pilwalkot Sukabumi, menunjukkan bahwa PKS tetap dipercaya rakyat. Pemilih dinilai sudah mampu membedakan antara kasus pribadi dengan jati diri partai yang bersih, peduli, profesional dan tidak korup.

"Selanjutnya kami akan berjuang mewujudkan ungkapan yang populer, 4 Sehat 5 Sempurna. Menang di Jabar dengan Aher-Deddy Mizwar yang bernomor urut 4, selanjutnya memenangkan Ganteng, Gatot - Tengku Erry yang bernomor urut 5 dalam Pilgub Sumut, 7 Maret mendatang," tutur Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik, Hidayat Nur Wahid di Medan, Senin (25/2)

"Kasus yang menimpa salah satu kader kami itupun sampai hari ini belum terbukti. Dan rakyat cukup cerdas membedakan, terbukti dengan rakyat kembali memenangkan kader PKS dalam Pilkada Jabar dan Sukabumi dan insya Allah di Sumut nanti," tandasnya.

Hidayat menambahkan, sejak Minggu (24/2/2013) ia berada di Medan menghadiri undangan dari PKS Sumut. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Hidayat untuk bersilaturahim ke sejumlah tokoh dan pimpinan ormas di Medan, di antaranya dari Al Washliyah, PWM, MUI dan Rektor IAIN Sumut.

"Alhamdulillah para tokoh ini menyambut hangat dan mengapresiasi PKS yang telah memenangkan Pilgub di Jawa Barat dan Pilwalkot di Sukabumi di tengah prahara yang sedang menimpa PKS," tuturnya.

Pada malam harinya, lanjut Hidayat, ia mengakhiri rangkaian kegiatan silaturahim dengan memperingati Maulid Nabi bersama masyarakat di Masjid Ath Thohirin di kota Binjai, Sumut. Dalam ceramah maulid yang diikuti warga dengan antusias, Hidayat menyampaikan tentang pentingnya kepemimpinan dan memilih pemimpin yang bisa diteladani, bersih, peduli dan profesional seperti dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan kader dan pimpinan PKS Sumut, Hidayat juga mengingatkan agar kemenangan di Jabar dan Sukabumi tidak menjadikan mereka jumawa dan lengah.

"Tetapi justru harus menghadirkan semangat, kreativitas dan terobosan-terobosa inovatif untuk membuktikan bahwa PKS dan para kadernya tetap istiqamah dengan berpolitik yang bersih, peduli dan profesional yang selama ini telah menjadi jati diri PKS, " tandasnya.

Sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat juga mewanti-wanti kader dan pengurus PKS Sumut untuk tidak terbuai dengan kemenangan di Jabar dan Sukabumi tetapi harus menjadikannya sebagai cambuk untuk memenangkan pilgub Sumut dengan cara yang lebih elegan, dekat dengan rakyat dan menghadirkan bukti bahwa PKS tetap dicintai oleh rakyat. Justru kemenangan ini harus membuat keluarga besar PKS Sumut bekerja lebih keras dan giat. Sebab, mereka tentu akan malu jika jagoan mereka dikalahkan.

"Apalagi memang figur Gatot adalah representasi dari sifat-sifat positif yang selama ini menjadi nilai yang didoktrinkan PKS kepada para kadernya," tandas Hidayat.