Keberjamaahan dalam berdakwah
¨bÎ) ©!$# =Ïtä† šúïÏ%©!$# šcqè=ÏG»s)ム’Îû ¾Ï&Î#‹Î6y™ $yÿ|¹ Oßg¯Rr(x. Ö`»uŠ÷Yç/ ÒÉqß¹ö¨B ÇÍÈ
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang
berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti
suatu bangunan yang tersusun kokoh.
Seperti kita ketahui bahwa didalam ayat
tersebut islam mengajarkan pada kita untuk hidup berjamaah dan bekerjasama. Selain
itu tentunya bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan. Dengan hidup berjamaah tentu menciptakan peleuang untuk
beramal jama'i. Amal jama'i adalah
merupakan suatu tuntutan harakah sesuatu yang sangat perlu untuk
dipelajari dalam kehidupan kita. Tujuannya agar kita lebih bersemangat untuk
mengumpulkan atau menyimpulkan visi dalam. Rangka sebuah kerangka persaudaraan
dan saling tolong menolong antara yang satu dengan yang lain diantara kita
ummat Islam. Oleh karena itu selama tujuan kita dalam amal jama'i seperti yang
kita sebutkan tadi maka wajib bagi kita untuk mengamalkan/ merealisasikan
masalah amal jama'i tersebut.
Dalam dakwah sangat diperlukan sebuah wadah
yang juga sebagai sarana untuk beramal jama’i. Artinya dakwah juga membutuhkan sebuah jama’ah guna
merealisasikan sebuah tujuan.
Dakwah diibaratkan sebagai
sebuah bangunan. Bangunan tak akan berdiri dengan kukuh jika tak tersusun oleh
tataan batu bata. Kitalah batu bata itu. Untuk mendukung wadah perjuangan
dakwah maka jadikan diri kita batu bata yang unik dan khas yang memiliki
kriteria istimewanya. Disinilah kemudian diperlukan sebuah amal jama'i
y`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) ÎŽösƒø:$# tbrããBù'tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã Ìs3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ
Dan hendaklah ada di
antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
Dikatakan dalam ayat tersebut 'umat' bukan orang atau kelompok. Artinya terkandung seruan amal jama'i yang diseru dilakukan oleh bukan atas nama perseorangan melainkan jamaah-jamaah dakwah yang ada untuk mewujudkan cita-cita Islam.
Keberadaan PKS merupakan manifestasi, representasi dan perwujudan sebuah Jamaah
Dakwah di Indonesia. Di dalamnya PKS memiliki cita-cita memperjuangkan kalimat
Allah SWT di muka bumi ini dan menebarkan rahmat-Nya untuk umat manusia. PKS
didirikan sebagai partai dakwah dalam rangka membangun kesadaran umat terhadap
eksistensi dirinya dan menghimpunnya dalam sebuah barisan yang solid, kuat dan
teratur. Dalam makna ini pula sebuah partai yang tidak hanya sekedar akan
bekerja untuk turut serta dalam pemilihan umum dan tidak akan bubar hanya
lantaran kalah dalam jumlah perolehan suara. Akan tetapi akan berusaha
mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang diridhai Allah SWT. Melalui PKS sebagai wajihah dari sebuah
jama’ah dakwah konsep al-hizbu huwal-jama’ah al-jama’ah hiyal hizb’menjadi
penting karena menjadikan suatu kekuatan
yang akan mempelopori dan menggalang kerjasama dengan berbagai kekuatan yang
secita-cita dalam menegakkan nilai dan sistem Islam secara berjamaah.
Islam pun tidak mengenalkan jamaah yang tidak
terstruktur. Kita ketahui dalam sholat pun dibangun sebuah sistem yaitu
tertatanya sebuah shof dalam sholat agar mendapakan kesempurnaan dalam sholat.
Demikian dalam dakwah diperlukan kepemimpinan yang bertanggung jawab, karena
juga akan mengatur dan mengarahkan kerja dakwah yang secara terstruktur. Oleh
karena itu pilar amal jama’i guna mendukung kerja dakwah secara berjamaah perlu
dibangun diatas :
- Pimpinan yang tulus dan bertanggungjawab
(pimpinan)
- Individu-individu yang saling terkait diantara
mereka dan ikhlas satu sama lainnya (Jama’ah)
- Sistem dengan konsep yang jelas (Dakwah)
Sehingga dalam dakwah memerlukan peran dari
struktur untuk mengelola sebuah tujuan dan cita-cita dakwah secara berjamaah
dan tidak hanya sekedar menjadi perkumpulan yang didirikan atas
kepentingan-kepentingan pribadi. (ap/LU)





